Dompet di Saku Belakang Memicu Saraf Kejepit

AWAS!! DOMPET DI SAKU BELAKANG MEMICU SARAF KEJEPIT



Apakah anda sering menaruh dompet di saku belakang celana anda? STOP! Jangan teruskan kebiasaan sepele yang sangat berbahaya ini. Apa sebabnya? Karena rawan kecopetan? Bahkan jauh lebih bahaya dari sekedar kecopetan.

Kaum pria umumnya menaruh dompet mereka di saku belakang celana dengan alasan praktis dan simple. Padahal, sesungguhnya hal ini terkait dengan sakit punggung, leher, bahu, pinggul, paha, bahkan pada stadium lanjut berpotensi menyebabkan saraf terjepit atau HNP (Hernia Nucleus Pulposus), yaitu tergesernya cakram tulang rawan penyekat antar badan ruas tulang belakang sehingga menekan saraf yang ada di sekitarnya. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Para ahli orthopedic membuktikan bahwa duduk dengan dompet di saku belakang celana memiliki risiko merusak saraf-saraf kunci. Pada saat duduk, dompet tersebut akan menekan saraf-saraf di tubuh. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan rasa sakit atau mati rasa pada pergelangan kaki, kaki bagian bawah dan menimbulkan rasa sakit saat berjalan, duduk atau berbaring.

Ketika anda meletakkan dompet di saku belakang, maka akan menimbulkan ketidakseimbangan posisi tubuh yang mempengaruhi otot, tulang dan yang paling penting adalah sistem saraf. Ketidakseimbangan ini membuat seseorang duduk cenderung miring, dan untuk menjaga keseimbangan yang berpusat pada panggul ini, secara otomatis sejumlah kurva dari tulang belakang secara terpaksa akan mengimbangi ketidak seimbangan tersebut agar anda bisa tetap duduk tegak. Secara tidak sadar, hal ini akan membuat bahu menjadi merosot. Itulah sebabnya meletakkan dompet di saku belakang bisa menyebabkan nyeri pada leher, punggung dan juga bahu.

Jika anda mengalami sakit pada punggung, pinggul, leher atau bahu tanpa penyebab yg jelas, jangan abaikan. Itu adalah sinyal pemberitahuan akan kemungkinan adanya dislokasi tulang punggung atau pinggul. Ambillah keputusan utk melakukan terapi pembetulan tulang, yumeiho misalnya.

Salam sehat
ALBIRUNI THERAPY CENTER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar